
Humas Universitas Sulawesi Barat, Majene- Kabar membanggakan kembali datang dari Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, dan Hukum (FISIPKUM) Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). Dosen Program Studi Hubungan Internasional, Sriwiyata Ismail, M.Sc, berhasil meraih Beasiswa Kemitraan Indonesia (BKI) untuk melanjutkan studi doktoral (S3) di University of Galway, Irlandia
Beasiswa Kemitraan Indonesia merupakan program studi lanjut luar negeri yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) bagi dosen di lingkungan perguruan tinggi di bawah naungannya. Program ini bertujuan mendukung pengembangan kapasitas akademik dan riset dosen agar mampu berkontribusi pada penguatan pendidikan tinggi Indonesia di tingkat global.
Bagi Sriwiyata, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses persiapan yang panjang dan konsisten. Ia mengungkapkan bahwa persiapan studi lanjut telah dilakukan sejak tahun lalu, sementara tema disertasi yang diajukan telah mulai ia dalami sejak 2019.
“Persiapan beasiswa membutuhkan proses yang cukup panjang. Saya mulai mempersiapkan studi lanjut sejak tahun lalu, sedangkan isu yang menjadi tema disertasi sudah saya tekuni selama beberapa tahun terakhir,” ujarnya.
Menurut Sriwiyata, kualitas proposal penelitian menjadi salah satu aspek penting dalam proses seleksi. Selain itu, kesiapan akademik kandidat serta kesesuaian bidang riset dengan calon pembimbing dan universitas tujuan juga menjadi faktor yang sangat menentukan.
“Pada tahap wawancara, seluruh aspek tersebut biasanya akan didalami lebih lanjut oleh tim seleksi,” jelasnya.
Proses seleksi yang dijalaninya berlangsung sekitar tiga hingga empat bulan sejak pendaftaran hingga pengumuman kelulusan. Selama proses tersebut, ia terus mematangkan proposal penelitian sekaligus memperkuat kesiapan akademik yang dibutuhkan untuk studi doktoral.
Pilihan melanjutkan studi di University of Galway didasarkan pada kesesuaian bidang riset yang akan dikembangkannya. Universitas tersebut memiliki fokus kajian yang sejalan dengan minat penelitiannya, khususnya pada isu kebijakan tata kelola keberlanjutan komoditas.
Selain reputasi akademik, lingkungan riset yang mendukung dan peluang membangun jejaring internasional juga menjadi pertimbangan penting dalam menentukan kampus tujuan.
Selama studi doktoral nanti, Sriwiyata akan mendalami kajian tata kelola global dengan fokus pada isu-isu keberlanjutan dalam perspektif ilmu sosial dan hubungan internasional. Kajian tersebut dinilai semakin relevan di tengah berbagai tantangan global yang membutuhkan kolaborasi lintas negara dan pendekatan kebijakan yang berkelanjutan.
Untuk mempersiapkan diri menghadapi lingkungan akademik internasional, Sriwiyata memanfaatkan berbagai program pendukung yang disediakan Kemendiktisaintek. Salah satunya adalah program Pre-Doctoral atau Bridging Program yang diikutinya pada awal tahun 2026.
Menurutnya, kesiapan studi luar negeri tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan administrasi, tetapi juga kemampuan bahasa Inggris, kesiapan proposal penelitian, serta kemampuan beradaptasi dengan budaya akademik yang berbeda.
Motivasi utama melanjutkan studi doktoral adalah keinginannya untuk memperdalam kapasitas akademik dan memperkuat kontribusi riset di bidang ilmu sosial. Ia berharap pengalaman studi di luar negeri dapat memperluas perspektif sekaligus meningkatkan kualitas pengajaran dan penelitian yang dikembangkannya di Unsulbar.
“Melalui studi ini saya berharap dapat memperkuat kontribusi akademik, khususnya pada kajian tata kelola global dan isu-isu keberlanjutan yang menjadi fokus penelitian saya,” katanya.
Setelah menyelesaikan studi nanti, Sriwiyata berkomitmen untuk berkontribusi dalam penguatan budaya riset dan pengembangan jejaring akademik internasional di Universitas Sulawesi Barat. Selain itu, ia juga ingin mendorong pengembangan kajian ilmu sosial dan hubungan internasional agar semakin berkembang dan berdaya saing.
Di akhir wawancara, Sriwiyata memberikan pesan kepada mahasiswa dan dosen muda yang memiliki cita-cita melanjutkan studi ke jenjang doktoral.
“Persiapkan diri secara bertahap dan konsisten. Ketekunan, integritas, dan kesiapan akademik merupakan kunci penting dalam proses ini. Kesempatan studi ke luar negeri terbuka bagi siapa saja yang memiliki komitmen untuk terus belajar dan berkembang,” pesannya.
Keberhasilan Sriwiyata Ismail meraih beasiswa doktoral ke University of Galway menjadi kebanggaan bagi FISIPKUM dan Unsulbar. Prestasi ini sekaligus menunjukkan komitmen Unsulbar dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia yang mampu berkiprah dan berkontribusi di tingkat internasional.